Kronologi Pembagian Porsi PI 10% Blok Mahakam Antara Pemprov Kaltim Dan Pemkab Kukar


Terbitnya Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral Nomor 15 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi Yang Akan Berakhir Kontrak Kerja Samanya, yang telah diubah dengan Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi Yang Akan Berakhir Kontrak Kerja Samanya, memberikan peluang kepada Pemerintah Daerah melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk dapat berpartisipasi menjadi pemegang Participating Interest paling banyak 10% (sepuluh persen) pada Wilayah Kerja yang akan diperpanjang kontraknya. Penawaran Participating Interest paling banyak 10% (sepuluh persen) kepada BUMD dan diperjelas dengan terbitnya Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral Nomor 37 Tahun 2016 tentang Ketentuan Penawaran Participating Interest 10% pada Wilayah Kerja Minyak Dan Gas Bumi, yang secara tegas mengatur mengenai kewajiban kontraktor menawarkan Participating Interest 10% kepada BUMD.

Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara telah membentuk BUMD yang akan mengelola secara khusus Participating Interest 10% pada kegiatan hulu minyak dan gas bumi tersebut, PT MGRM (perseroda) merupakan Badan Usaha Milik Daerah berbentuk perusahaan perseroan Daerah yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembentukan Badan Usaha Milik Daerah Perseroan Terbatas Mahakam Gerbang Raja Migas, dengan Akta Notaris Bambang Sudarsono, SH Nomor 33 Tanggal : 26 Oktober 2018. PT. MGRM (Perseroda) merupakan holding perusahaan yang mengelola Participating Interest 10% pada kegiatan hulu minyak dan gas bumi.

PT MGRM (Perseroda) adalah Badan Usaha Milik Daerah berbentuk perusahaan perseroan Daerah yang modalnya terbagi dalam saham yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah sebesar 99% (sembilan puluh sembilan persen) dan 1% (satu persen) nya terbagi dalam saham yang dimiliki oleh Perusahaan Umum Daerah Tunggang Parangan sebesar 0.6% (nol koma enam persen), dan Perusahaan Umum Daerah Kelistrikan dan Sumber Daya Energi sebesar 0.4% (nol koma empat persen), yang kepemilikan sahamnya terafiliasi seluruhnya dengan Pemerintah daerah.

Modal Dasar PT MGRM (Perseroda) berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2018 tentang Penyertaan Modal Pemerintah Daerah pada Badan Usaha Milik Daerah Perseroan Terbatas Mahakam Gerbang Raja Migas, pada saat pendirian ditetapkan sebesar Rp 5.000.000.000,- (lima milyar rupiah), kewajiban Penyertaan Modal Daerah untuk pemenuhan modal dasar dilaksanakan berdasarkan komposisi saham Pemerintah Daerah yaitu sebesar 99% (sembilan puluh sembilan persen) dari modal dasar atau sebesar Rp 4.950.000.000,- (empat milyar sembilan ratus lima puluh juta rupiah), yang terbagi atas lembar saham yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar Perseroan. Tujuan Penyertaan Modal Daerah ke dalam PT MGRM (Perseroda) adalah untuk pemenuhan modal oleh Pemerintah Daerah, mengembangkan investasi Daerah, meningkatkan permodalan Perseroan, mendorong pertumbuhan ekonomi Daerah, dan memberikan kontribusi kepada Pendapatan Asli Daerah.

Sumber daya alam berupa minyak dan gas bumi merupakan potensi strtategis dan pilar utama bagi pendapatan daerah, secara umum perekonomian Kabupaten Kutai Kartanegara tahun 2017 dikukur berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas harga dasar berlaku pada tahun 2017 mencapai Rp.148.336 trilyiun (mengalami peningkatan sebesar 15,98 persen disbanding tahun sebelumnya sebesar Rp.127.889 trilyun ditahun 2016.

Ada empat sektor dominan yang berpengaruh tinggi terhadap PDRB dengan migas yaitu sektor Pertambangan (berperan 65,43% terhadap perekonomian Kutai Kartanegara), sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan & Perikanan (12,95%), sektor Bangunan (7,5%) dan sektor industri pengolahan (4,13%). Sedangkan sektor-sektor yang lain secara keseluruhan

berperan sebesar 9,99% terhadap perekekonomian Kutai Kartanegara. Untuk PDRB tanpa migas, didominasi oleh 4 sektor yaitu sektor pertambangan (50,31 persen), sektor Pertanian (18,61 persen), sektor bangunan (10,77 persen), dan sektor perdagangan (5,12 persen). Sedangkan sektor yang lain memberikan kontribusi sebesar 15,19 persen. PDRB perkapita (dengan migas) di Kutai Kartanegara tahun 2017 sebesar Rp.197.232.728,- per tahun, mengalami peningakatan sebesar 13,35% jika dibandingkan dengan tahun 2016 sebesar Rp.173.993.046,- per tahun, sedang PDRB perkapita tanpa migas juga mengalami peningkatan sebesar 17,21% menjadi Rp.137.226.022,- (tahun 2017) dari Rp.117.069.619,- (tahun 2016).

Potensi sumber daya alam berupa minyak dan gas bumi yang berada di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan sebagai daerah penghasil selama ini hasilnya kurang dapat dinikmati oleh masyarakat, dikarenakan adanya keterbatasan kewenangan maupun keterbatasan sumber keuangan, maka dengan adanya Participating Interest 10% pada Wilayah Kerja Minyak Dan Gas Bumi, diharapkan tujuan dari Participating Interest 10% akan memberikan kontribusi PAD yang besar sehingga pembiayaan pembangunan dapat diperbesar dan pencapaian target dapat dipercepat demi kemajuan pembangunan didaerah.

Pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur tanggal 18 Desember 2018 disampaikan bahwa Kinerja Ekonomi Indonesia Tahun 2018 Cukup Baik dengan Pertumbuhan Ekonomi diperkirakan mencapai sekitar 5,1%, Investasi sekitar 5,5%, konsumsi rumah tangga tumbuh sekitar 5,2%, ekspor tumbuh secara riil 6,9%, akan tetapi impor sebesar 12,3% menyebabkan permintaan eksternal berkontribusi negative terhadap pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018, secara spasial untuk wilayah Kalimantan kinerja pertumbuhan ekonomi tumbuh sekitar 3,6%.

Kedepan, prospek ekonomi Indonesia dan Kalimantan Timur akan semakin membaik dengan pertumbuhan pada Tahun 2019 diperkirakan meningkat hingga mencapai kisaran 5,0%-5,4%, Inflasi 2019 tetap terkendali pada kisaran 3,5±1%, defisit berjalan 2019 akan turun menjadi sekitar 2,5% dari PDB, dan pertumbuhan kredit pada 2019 diperkirakan mencapai 10-12%, sementara pertumbuhan DPK perbankan mencapai 8-10% dengan kecukupan likuiditas yang terjaga.

PENGAWASAN PERSEROAN

Berdasarkan penjelasan keadaan tersebut diatas Komisaris menyampaikan kepercayaan penuh terhadap seluruh langkah-langkah yang akan diambil manajemen untuk mencapai tujuan perusahaan perseroan Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan memperhatikan dan mempertimbangkan faktor-faktor resiko yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan perseroan Daerah.

Ditahun 2018 perusahaan perseroan Daerah baru dibentuk dan masih dalam pertumbuhan sehingga diperlukan upaya dan langkah strategis secara terstruktur dan terukur yang dituangkan dalam bentuk kebijakan, strategi, dan program serta kegiatan untuk meningkatkan kinerja. Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT MGRM (Perseroda) untuk perta kalinya dilakukan, hal ini akan menjadi momentum untuk melakukan langkah-langkah strategis dan mendasar guna merencanakan Business Plan dan Penyusunan RKAP perusahaan dengan memanfaatkan seluruh potensi sumberdaya yang ada, sehingga target kinerja dapat terukur dan dapat dicapai sesuai dengan tujuan dari perusahaan yang telah ditetapkan.

Kami optimis pada kemampuan Direksi beserta seluruh jajaran manajeman untuk memanfaatkan peluang dan mangatasi tantangan dengan integritas dan dedikasi yang tinggi, serta ketekunan dan keterampilannya yang dimiliki, ditambah dengan dukungan dari semua pihak, terutama pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan kinerja perusahaan perseroan Daerah.

Selama Tahun 2018 Komisaris dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pemberian nasehat telah menyelenggarakan beberapa kali rapat dan pertemuan dengan Direksi dan Manajemen untuk membahas perkembangan dan rencana kerja dari berbagai sisi untuk memaksimalkan jalanya roda perusahaan perseroan Daerah, menyarankan penerapan dan menjalankan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik dengan menerapkan good coporate governance (GCG) guna menaikan performance untuk peningkatan produktivitas dan kinerja perusahaan, serta menjalankan semua peraturan yang berlaku khususnya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, dan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah, serta menyarankan kepada Direksi dan manajemen untuk mengantisipasi terjadinya perubahan yang begitu cepat terutama pada bisnis migas dengan mempersiapkan rencana bisnis yang akan berkembang di kemudian hari, hal ini penting agar diversifikasi usaha dapat terus dikembangkan dengan memanfaatkan peluang dan mengatasi tantangan dalam dunia bisnis migas tersebut.


RENCANA KEDEPAN

Dengan kecenderungan ekonomi global, di Indonesia dan di Kalimantan yang akan membaik pada Tahun 2019, Komisaris optimis terhadap prospek usaha pada perusahaan perseroan Daerah di tahun yang akan datang. Direksi dan Manajemen diharapkan dengan sungguh-sungguh untuk terus melakukan upaya transformasi dan penetrasi pada usaha bisnis baru disektor migas, guna meningkatkan penerimaan daerah dalam bentuk penghasil PAD terbesar bagi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Komisaris juga mengucapkan terima kasih kepada pemegang saham, Direksi, dan seluruh jajaran Manajemen perusahaan perseroan Daerah, serta semua pemangku kepentingan atas kepercayaan dan dukungan selama ini, serta sangat mengharapkan dukungan penuh yang berkelanjutan dari semua unsur demi kemajuan usaha dan kemajuan pembangunan di daerah.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan keberkahan serta meridhoi atas doa dan ikhtiar kita semua. Aamiin Yaa Rabbal Allamin.

Users Today: 2
Total Users: 1600
Views Today: 157
Total Views: 14294